Minggu, 19 April 2015

Keindahan Pantai Pulau Merah - Banyuwangi

TINJAUAN

Satu lagi tujuan selancar berkelas dunia tersaji di Banyuwangi bernama Pantai Pulau Merah. Pantai ini memiliki kelebihan dibandingkan G-land yaitu tidak memiliki banyak batu karang seperti di Plengkung sehingga pantai Pulau Merah lebih aman bagi peselancar termasuk pemula. Pantai ini memiliki ciri khas lain yaitu adanya sebuah bukit setinggi 200 meter di hadapan pantai yang mirip seperti pantai di Brazil. Pantai Pulau Merah mirip Pantai Kuta di Bali namun ombaknya lebih bergulung (hingga setinggi dua meter dan panjang 300 meter) dimana itu memungkinkan peselancar melakukan manuver dengan teknik tubes. Ombak di Pantai Pulau merah dipastikan bisa menjadi tujuan peselancar pemula, amatir maupun  profesional karena memiliki ketingian rata-rata dua meter. 
Hal ini berbeda dengan Pantai Plengkung atau G-Land yang hanya lebih banyak dinikmati peselancar profesional. Nama Pulau Merah sebelumnya adalah Pantai Ringin Pitu. Pergantian namanya menjadi Pulau Merah didasari dua versi. Ada yang mengatakan karena warna tanah dan pasirnya yang kemerahan dari pulau setinggi 200 meter itu. Sebagian lagi menyebutkan, konon dari Pulau Merah yang ada di hadapan pantainya (sekira 100 meter) itu dahulunya pernah terpancar cahaya merah sehingga warga sekitar menamainya Pulau Merah. Daya tarik lain dari pantai ini adalah lokasinya yang berdekatan dengan desa nelayan Pancer. Anda dapat pula memanfaatkan rumah warga untuk menginap, merasakan keramahan dan kesahajaan nelayan akan menjadi pengalaman berbeda dari biasanya.


BERKELILING

Saat Anda berkeliling sekitar Pantai Pulau Merah maka dapat mengarahkan tujuan ke Pura Tawang Alun. Pura umat Hindu ini telah lama berdiri sejak 1980 dan sering dikunjungi umat Hindu dari Bromo dan Bali. Saat tsunami terjadi tahun 1994, pura ini terkena dampaknya sehingga tembok luar pura hancur namun bagian dalam pura (palinggih padmasana) tidak mengalami kerusakan berarti. 
Saat itu ombak raksasa setinggi 13 meter menyapu rumah-rumah warga beserta bangunan lainnya di kawasan termasuk pura ini. Apabila Anda sering kali melihat warga sekitar berjalan atau berkendara dengan mengenakan pakaian khusus berwarna hijau terang maka mereka itu adalah pekerja tambang emas. Sebuah perusahaan tambang mengelola sumber daya di sekitar pantai ini. Warga sekitar lebih banyak tidak menerima beroperasinya pertambangan di wilayah ini karena dianggap limbahnya mengotori laut.
 

KEGIATAN

Di pantai ini kita bias menikmati indahnya pemandangan saat matahari terbenam. Saat cuaca sedang bagus bias berjemur, berenang atau sekedar bermain pasir dan ombak di pinggir pantai, berjalan-jalan, bermain bola & voli, berslancar dan bermain permainan air lainnya. Apabila ingin  bermain selancar maka dapat menyewa papan selancar seharian penuh dengan ongkos Rp25.000,- hingga Rp50.000,-. 


TRANSPORTASI

Pantai Pulau Merah yang termasuk bagian dari rangkaian pantai di selatan Jawa Timur bisa ditempuh dalam waktu tiga jam menggunakan kendaraan roda empat atau sepeda motor dari Kota Banyuwangi atau sekira 60 km. Lokasinya berada dekat dengan pemukiman penduduk di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. 
Akses jalan ke tempat ini terbilang mulus sehingga menjadikannya tujuan wisata warga Banyuwangi. Manfaatkan jasa kendaraan sewaan dari Bandara  Belimbingsari untuk memudahkan perjalanan Anda karena memang tidak banyak kendaraan umum ke arah pantai ini. Apabila Anda memanfaatkan angkutan umum dari Banyuwangi bisa menggunakan ada bisminto atau Ujang Jaya jurusan Pesanggaran. Berikutnya turun di Pasar Pesanggaran dan lanjutkan dengan ojek ke Pulau Merah. Dari arah Jember, Anda dapat turun di Terminal Jajag kemudian ganti naik bus ke Pesanggaran.
 

KULINER

DI sekitar arah masuk pantai ini ada banyak penjual makanan yang dijajakan warga sekitar. Itu karena memang Pantai Pulau merah berada dekat dengan pemukiman warga namun demikian kebersihan di sekitarnya cukup terjaga dengan baik. Tentu saja piihan kuliner akan lebih banyak Anda temukan di Banyuwangi. Rujak Soto adalah kuliner khas Banyuwangi yang paling terkenal. Alternatif sajian khas daerah ini yang bisa Anda cicipi adlaah pecel rawon, pecel kare, dan rujak bakso.

Jumat, 17 April 2015

Pantai Green Bowl _ Ungasan Bali


TINJAUAN

Sebuah keindahan lanskap pantai terselubung dan terasing di balik bukit dan pepohonan yang rimbun. Untuk menuju ke tempat ini Anda harus menuruni ratusan anak tangga hingga akhirnya terhidanglah bentang alam yang menakjubkan. Bila tujuan Anda ke Bali sekedar mengunjungi keindahan Pantai Kuta, Pantai Sanur, atau Pantai Nusa Dua maka keindahan pantai yang satu ini pasti akan memberikan kesan yang lebih mendalam. Itu karena setiap sudutnya begitu indah dan memesona. Keindahan alam pantainya berbeda dan ketenangan suasana yang ditawarkan pantai ini membuat jatuh hati siapapun yang mengunjunginya. Wisatawan mancanegara terutama peselancar menamakannya Pantai Green Bowl, Pantai Bali Cliff, dan kadang Hidden Beach. Apapun namanya yang pasti keindahannya begitu menawan hati dan mata. Disebut Green Bowl atau mangkuk hijau karena setiap air laut surut maka akan membentuk mangkuk dari karang-karang yang berwarna hijau saat Anda lihat dari atas bukit. Ada  yang menyebut Pantai Green Bowl karena dulu ada perusahaan yang bernama PT. Green Bowl yang akan membangun resort di dekat pantai ini. Sementara sebutan Bali Cliff  berasal dari nama sebuah hotel yaitu Bali Cliff yang berada tepat di atas tebing pantai ini. 
Sementara nama Hidden Beach menggambarkan lokasi pantai ini yang memang tersembunyi di balik tebing tinggi dan semenanjung bukit. Dari tiga nama di atas yang paling populer adalah Pantai Green Bowl, terutama di kalangan wisatawan mancanegara dan peselancar. Sebuah penamaan yang terdengar indah dan lebih komersil bagi masyarakat Bali. Pantai Green Bowl serupa kondisinya dengan Pantai Karma Kandara dan Pantai Nyang Nyang. Ketiganya berada di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai ini menawarkan kepada Anda sesuatu tempat yang berbeda dengan suasana pantai yang sepi dan alami. Di sinilah liburan Anda akan lebih berkesan dan terasa eksklusif. Letaknya tersembunyi di balik tebing, memiliki pasir yang putih bersih dengan air laut sebening kristal berwarna hijau kebiruan. Tidak banyak pengunjung yang datang ke sini, hanya para peselancar umumnya sangat mengenal tempat ini. Anda akan dapati mereka datang bergerombol memangku papan selancar untuk menuruni ratusan anak tangga yang di sekililingnya adalah pepohonan dan sesekali muncul kera. Untuk mencapai bibir pantainya, Anda harus menuruni ratusan anak tangga yang cukup curam. Meski pantai ini belum ada di guide book wisata ataupun paket perjalanan. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena pantai ini letaknya tidak jauh dari Denpasar ataupun Kuta. Ketiganya berada di Semenanjung Bukit, di antara Objek Wisata Garuda Wisnu Kencana dan Pura Uluwatu.
 

KEGIATAN

Begitu Anda tiba di parkiran Anda langsung disajikan pemandangan pantai yang luas dan indah. Silahkan menuruni anak tangga untuk menuju bibir pantainya. Nikmatilah perjalanan menuruni ratusan anak tangga ini sambil menghirup udara segar dan hembusan angin pantai. Setibanya di bawah maka sambutan kedua adalah hamparan pasir putih nan lembut, laut hijau kebiruan dan terpaan angin yang sejuk. Amatilah bagaimana awan putih yang berserakan di langit biru mempercantik pantai ini. Amatilah bagaimana butiran pasir putihnya yang berukuran besar dan berbeda dari butiran pasir pantai lainnya di Bali. Di sini Anda dapat langsung lihat juga sebuah goa yang dihuni ratusan kelelawar. Pada siang hari, kelelawar tersebut tidur menggantung di bagian atap gua. Malam harinya, mereka terbang keluar untuk mencari makan. Seakan sudah terbiasa dengan kehadiran para pengunjung, mereka tetap tidur nyaman di dalam gua ini.Anda bisa menjelajahi pantai ini dengan leluasa tanpa terganggu pengunjung lain. Bagi Anda penggemar selancar, Anda bisa menaklukkan ombaknya. Selain berselancar dan snorkeling, aktivitas lain yang bisa Anda lakukan adalah berenang, berjemur, ataupun sekedar bermalas-malasan di tepi pantai sambil membaca buku. Bahkan untuk bermain pasir seperti anak-anak pun sah-sah saja Anda lakukan. Anda dapat menyaksikan peselancar yang asyik menari-nari di atas ombak. Tempat ini menjadi pantai favorit peselancar dunia karena ombaknya yang bagus. 
Meski peselancar yang datang tidak sebanyak di Pantai Kuta, Pantai Dreamland ataupun Pantai Padang-Padang tetapi justru menyajikan suasana pantai tenang dan sepi. Tidak ada suara bising kendaraan bermotor maupun pedagang asongan di pantainya. Hanya ada beberapa peselancar, turis asing yang berenang, berjemur, ataupun snorkeling di pantai ini. Letaknya yang tersembunyi di balik tebing, membuat pantai ini selalu terjaga dan bebas polusi. Sangat sepi tidak seperti kebanyakan pantai lainnya di Bali. Pantainya juga masih alami cocok bila Anda ingin berlatih yoga atau meditasi dengan suasana alam yang damai. Di sini Anda bisa melakukan apa pun tanpa ada yang mengganggu.Pantai Green Bowl jarang dipublikasikan di media massa, sehingga belum banyak turis yang mengetahui keberadaan pantai ini. Akan tetapi, mungkin inilah yang membuatnya unik, sebuah tempat indah tersembunyi, tempat untuk sejenak menjauh dari hiruk pikuk keramaian wisata Bali.


TIPS

  • Kelelawar yang jumlahnya banyak di dalam gua membuat bau tidak sedap sangat menusuk hidung. Anda harus menutup hidung atau menahan nafas bila ingin berfoto di mulut gua yang indah.
  • Hati-hatilah saat menuruni ratusan anak tangga di tebih yang cukup curam di sisi kananya beberapa bagian palang pelindung sudah terlepas.
  • Sebaiknya Anda membawa bekal makanan dan minuman secukupnya karena perjalanan menuruni ratusan anak tangga curam cukup menguras tenaga. Tidak ada satu pun penjual makanan di bibir pantai, kecuali di atas tebing tempat parkir.
  • Jagalah kelestarian alam ini dengan tidak membuang sampah di pantainya, Anda dapat menyimpannya untuk nantinya dibuang saat tiba di atas.

TRANSPORTASI

Untuk menuju ke Pantai Green Bowl dari Jimbaran maka kendaraan pribadi atau sewaan Anda perlu mencari jalan menuju ke Pura Uluwatu hingga bertemu perempatan yang lurus ke arah Dreamland dan Pura uluwatu, sementara ke kanannya Pantai Balangan. Anda ambil arah ke kiri ke Pantai Green Bowl, sesampainya di gerbang, ambillah jalan ke kiri lurus hingga terdapat parkiran, lalu sampailah di tujuan.
Dari arah Denpasar atau Kuta maka arahkan kendaraan Anda menuju Uluwatu melalui Jalan Raya Uluwatu. Sekitar 1 km setelah Objek Wisata Garuda Wisnu Kencana, Anda akan menjumpai sebuah perempatan, terdapat Nirmala Supermarket di sebelah kanan jalan. Dari perempatan tersebut, beloklah ke kiri dan terus ikuti jalan tersebut sampai habis sejauh kira-kira 2 km maka sampailah Anda di tempat parkir Pantai Green Bowl. Dari tempat parkir di atas tebing Anda akan menyaksikan pantai indah berwarna hijau kebiruan dengan ombak putih bergulung-gulung. Anda tinggal menuruni ratusan anak tangga untuk sampai di bibir pantai.

Kamis, 16 April 2015

Eksotisnya PANTAI PANDAWA - Bali

Tinjauan

Memang sudah tidak diragukan lagi jika Pulau Bali menyimpan keindahan yang seakan tidak ada habisnya. Deretan kegiatan agama dan budaya telah dilengkapi dengan keindahan bentang alamnya yang memukau terutama pantai. Nah, apabila Anda sudah mengenal Pantai Kuta atau Pantai Dreamland maka kini perlu menyambangi satu lagi pantai yang begitu elok dan terus dikembangkan menjadi tujuan wisata bahari. Nama pantainya adalah, Pandawa dan kadang dikenal pula dengan nama Pantai Kutuh. Pantai Pandawa berlokasi di Bali Selatan, tepatnya di Desa Kutuh, Kecamatan Kutu Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Dahulu pantai ini dikenal sebagai Secret Beach karena lokasinya yang berada di belakang tebing-tebing tinggi ditumbuhi oleh semak belukar. Pantai yang hanya berjarak sekitar 3 km dari Nusa Dua ini sebenarnya sudah lama dikenal namun karena akses menuju pantai cukup sulit menjadikan pantai ini sepi dari kunjungan wisatawan. 
Melihat potensi keindahan yang dimiliki oleh pantai ini, beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Badung sudah membuka akses berupa jalan sepanjang kurang lebih 1,5 km menuju pantai yang melewati tebing-tebing kapur tinggi. Kondisi jalanan menuju lokasi pantai ini begitu unik dan megah karena diapit tebing-tebih yang telah dibelah Nama Pantai Pandawa sendiri diambil dari nama tokoh pewayangan Panca Pandawa. Oleh karena itu, ketika memasuki kawasan pantai, Anda akan disambut oleh patung Pandawa Lima, yaitu: Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Kelimanya diukir dengan indah dan uniknya patung-patung tersebut disimpan di dalam tebing-tebing kapur.  Anda dapat melihat kelima patung tersebut secara bersamaan dan berurutan dari bawah pantai ke arah Barat. Keindahan pantainya sendiri tidak perlu diragukan lagi. Pesona pasir putihnya terhampar dari ujung ke ujung, airnya jernih dan bersih dan deburan ombaknya mengalun di kejauhan. Harmonisasi berbagai keindahan tersebut siap menentramkan hati Anda.

Kegiatan

Berkunjung ke pantai ini berarti Anda perlu bersiap-siap untuk basah.  Berenang menjadi aktivitas utama selain kano atau paragliding.  Akan tetapi, apabila tidak ingin berbasah-basahan maka Anda bisa bersantai duduk di warung-warung pinggir pantai sembari menikmati air kelapa bersama jagung bajar. Anda juga bisa berjalan-jalan di sepanang pesisir pantainya menyaksikan petani rumput laut yang sedang beraktivitas. Pantai Pandawa memang dijadikan sebagai tempat budidaya rumput laut. Di pantai ini Anda bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang budidaya rumput laut yang dijalankan masyarakat sekitar sejak 1980-an. Kabarnya kini aktivitas budidaya tersebut menggandeng mitra dari negara lain seperti Denmark dan Amerika Serikat. Selain dikenal dan dijadikan sebagai tujuan wisata pantai, Pantai Pandawa juga digunakan sebagai lokasi upacara hindu “melasti” oleh masyarakat desa setempat. Oleh karena itu, datang pada saat upacara tersebut dapat memberikan atraksi yang lebih mengesankan.

Transportasi

Pantai Pandawa dapat ditempuh sekira satu jam dari Bandara Ngurah Rai. Perjalanan dapat diarahkan dari Kuta menuju Garuda Wastu Kencana kemudian belok kiri menuju Nusa Dua atau Bali Cliff. Anda hanya perlu memerhatikan penunjuk arah bertuliskan “Pantai Pandawa” untuk belok kiri hingga tiba di perempatan dan mengikuti jalurnya akhirnya tiba di kawasan Pantai Pandawa. Jalanan akan melewati tebing batu dan dinding bukit yang dilubangi kemudian diisi dengan lima tokoh Pandawa sesuai namanya.
Apabila Anda membutuhkan kendaraan sewa untuk menjelajah Bali maka bisa mengubungi pihak berikut: Putu (+62 818 05666026), Kadek (0813 37289179), Wayan (+62 818 09630909), atau Komang (+62 818 09630909). Anda dapat menyesuaikan jadwal penjemputan juga jenis kendaraan yang dibutuhkan.

Selasa, 14 April 2015

PANTAI HUNIMUA LIANG - Maluku Tengah

Pantai Hunimua lebih dikenal dengan nama Pantai Liang karena pantai ini terletak di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pantai ini pernah dinobatkan oleh UNDP-PBB sebagai pantai terindah di Indonesia pada tahun 1990 dan selalu menjadi incaran para investor asing. Memasuki obyek wisata Pantai Liang, Anda akan disambut oleh pasir putih yang berkilau terkena sinar matahari, seakan menjadi pintu masuk menuju kecantikan gradasi air laut yang biru. Sangat menggoda untuk berenang ataupun sekedar bermain air. Jika Anda hobi fotografi Anda bisa meluapkan hobi Anda di sini karena setiap sudut pantai sangat indah untuk diabadikan. Di pinggiran pantai terdapat pohon-pohon yang rindang, yang bisa Anda manfaatkan untuk beristirahat sejenak. Di pantai ini memang belum banyak tersedia fasilitas olahraga air seperti di Bali atau Lombok. Namun kecantikan alami Pantai Liang tidak kalah dengan pantai-pantai di pulau lainnya. 

Pantai Liang selalu ramai dikunjungi saat liburan tiba. Jadi bagi Anda yang tidak terlalu menyukai keramaian dan ingin menyendiri sebaiknya hindari hari-hari liburan. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Pantai Liang yaitu ketika laut teduh dan tidak berangin, hindari berkunjung ketika musim angin barat atau angin timur karena pada saat itu laut berombak dann membuat pantai keruh. Pilihlah bulan-bulan tenang seperti September-November atau April-Mei jika ingin berkunjung ke Pantai Liang. Dari beberapa pantai yang cukup populer di Ambon, Pantai Liang menjadi salah satu favorit warga lokal dan juga wisatawan luar. Pantai ini sudah dikenal sejak tahun 90an dan bahkan pernah disebut-sebut sebagai pantai terbaik di Indonesia. Pantai Liang memang kerap menjadi buah bibir karena kemolekannya, termasuk di antara kalangan investor asing. Tidak heran pada tahun 90an, beberapa investor asing pernah berniat untuk mengembangkan resort untuk menggenjot pariwisata di Liang. Namun, niat tersebut akhirnya urung direalisasikan karena adanya sengketa tanah dengan penduduk lokal. Liang memang belum go international namun pembatalan pengembangan Liang menjadi kawasan resort sebenarnya telah memberi keuntungan tersendiri. Liang, pantai eksotik ini, masih sepenuhnya menjadi milik warga. Terletak tidak jauh dari pantai Natsepa, Liang berjarak hanya kurang lebih 35 KM dari pusat kota tepatnya di Desa Liang, Kecamatan Salahutu. 
Sampai tahun lalu, akses menuju kesana memang terbilang cukup sulit sebab meskipun tersedia angkutan umum namun jumlahnya sangat terbatas. Itupun hanya beroperasi pada jam-jam tertentu. Sekarang, dengan adanya Bus Trans Amboina rute Hunimua, wisatawan bisa lebih leluasa berkunjung ke Pantai Liang hanya dengan 8.500 rupiah. Tapi, kalau Anda berencana mengunjungi Ambon bersama beberapa teman, disarankan sebaiknya menyewa angkutan umum untuk berwisata keliling Ambon sebab selain murah, juga karena Anda bisa berkunjung ke lebih banyak tempat tanpa mengkhawatirkan keterbatasan transportasi. Satu angkot biasanya bisa disewa dengan tarif 150 hingga 200 ribu sehari dan bisa menampung hingga 10 orang

Dengan letak berdekatan, Anda bisa merencanakan perjalanan ke Pantai Natsepa, Suli dan Liang di hari yang sama. Apabila Anda berniat untuk bermalam, penginapan di sekitar Pantai Natsepa hanya satu-satunya pilihan sebab di Liang sendiri tidak tersedia penginapan. Namun, bila masih tetap bersikeras menginap di Liang, cukup siapkan tenda dan meminta ijin dari penjaga setempat. Atau, Anda bisa mencoba untuk menyewa kamar di rumah penduduk sekitar Liang.